Artikel

28 Sepeda Motor Terjaring RAZIA

Razia_MotorSINTANG – Jajaran lantas Polres Sintang kembali melakukan razia gabungan bersama Dinas Perhubungan, Samsat Sintang, dan Jasa Raharja, terhadap sejumlah kendaraan yang melintas di persimpangan Mapolres Sintang, Selasa (26/2). Razia yang digelar selama dua jam tersebut berhasil menjaring 28 kendaraan roda dua.

Kasat Lantas Polres Sintang AKP Dwi Budi Murtiono mengungkapkan razia yang digelar merupakan giat rutin. Guna ketertiban lalu lintas, baik dari kelengkapan kendaraan, maupun kelengkapan surat menyurat kendaraan.

“Dari pukul 15.30 Wib -17.30 ada 28 kendaraan roda dua yang kita tilang, yang didominasi surat- menyurat yang tak lengkap,” ujar Kasat.

Dia memaparkan, dari 28 kendaraan yang ditilang, beberapa barang bukti dilakukan penyitaan. Dianataranya: 23 lembar STNK, dua SIM dan 3 kendaraan bermotor.

Menurutnya, upaya penertiban lalu lintas akan terus dilakukan guna memberikan kenyamanan dan keamanan serta keselamatan pengendara di jalan raya. Serta dapat terus menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sintang.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tak terlena dengan kebiasaan melanggar aturan lalu lintas, pihaknya terus berupaya memberikan pemahaman terhadap bahaya- bahaya dan resiko bagi pengendara yang tak tertib aturan lalulintas.

“Kita selalu ingatkan, baik melalui selebaran, sepanduk maupun baliho yang bergambar lakalantas dan juga angka kecelakaan lalu lintas setiap tahunnya. Agar masyarakat tahu jumlah angka kecelakaan di Sintang,” papar Kasat.

Dishub Sintang, Kehilangan 6 Titik Lahan Parkir

Lahan_ParkirSintang – Kepala Seksi Stegher dan perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Suryadi,ST.MT mengatakan Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran hingga akhir tahun 2013 ini diperkirakan akan tercapai maksimal 70 persen.

Kondisi ini di sebabkan target parkir yang di Bebankan Pemkab Sintang terus meningkat, sebelumnya tahun 2010 Target PAD dari Rp.148 juta dengan realisasi hampir 80 persen, sementara pada tahun 2013 meningkat menjadi Rp.247 juta.

Menurut Suryadi Sampai bulan September 2013 Dishub Kabupaten Sintang baru mampu mencapai 40 persen dari target yang telah di tetapkan pemkab Sintang.

“Kondisi ini di perparah dengan semakin berkurangnya lahan parkir di Kota Sintang, pasca Kebakaran Pasar Inpres saja Dishub kehilangan 6 Titik lahan Parkir belum lagi sejumlah lahan parkir dikota Sintang kuasai PKL.” Kata Suryadi Senin, (7/10/2013) di kediaman pribadinya.

Dishub Mendata ada 56 lahan Parkir potensial di Kota Sintang namun yang berkontribusi hanya 32 titik saja sementara yang aktif hanya 20 Titik, Kontribusi terbesar dari lahan Parkir pasar Junjung Buih dan pasar sayur Sungai Durian.

Kendati Dishub telah mendata banyak lahan Parkir Potensial di Kota Sintang mulai dari Simpang lima hingga Lintas melawi dan sejumlah tempat lainnya namun potensi ini belum dapat dimaksimakan karena masih terjadi penolakan dari beberapa pemilik toko.

“Perlu pendekatan terhadap para pemilik warung atau toko agar mereka dapat melaksanakan Keputusan Bupati, sebab lahan lahan ini sudah memiliki kekuatan hukum melalui SK Bupati Sintang tentang perparkiran.” Kata Suryadi.

Ditambahan Suryadi Dishub Sintang juga akan menggunakan Momentum kepindahan pasar Sayur Sungai Durian ke pasar masuka yang di perkirakan akhir tahun ini untuk menertibkan lahan Parkir, sehingga akan menambah PAD Kabupaten Sintang dari sektor perparkiran. Pungkas Suryadi.

Sintang Butuh Rp 8,8 M untuk Dermaga

Dermaga_SanggauSINTANG – Dalam upaya mengoperasionalkan keberadaan dua dermaga di Kabupaten Sintang masing-masing Dermaga Sungai Ringin dan Dermaga Sungai Durian Sintang, pada 2012 pihak dinas perhubungan Sintang membutuhkan alokasi dana sekitar Rp 8,8 miliar.

Kasi perparkiran dan dermaga dinas perhubungan Sintang Suryadi ST MT, ketika dikonfirmasi, Kamis (5/1/2012) menjelaskan kebutuhan alokasi dana Rp 8,8 miliar tersebut nantinya dipergunakan bagi dermaga Sungai Ringin senilai Rp 2 miliar. Dan dermaga Sungai Durian yang membutuhkan Rp 6,8 miliar lagi.

“Untuk dermaga Sungai Ringin sudah tidak ada persoalan, hanya tinggal menunggu proses pembangunan akhir, meskipun memang kebutuhan total anggaran masih mencapai sekitar Rp 10 miliar termasuk untuk pembangunan gudang dan yang lainya. Sementara untuk dermaga Sungai Durian dengan Rp 6,8 miliar kita pastikan sudah berfungsi sesuai perencanaan pembangunan awal,” katanya.